bibir manis terlihat akrab ditemani lidahnya yang asyik merangkai kata-kata indah untuk kekasihnya yang terkapar beku di atas ranjang yang kini pisahkan dia dengan seribu harapan yang tercatat indah untuk berdua. suasana semakin menegangkan semua terdiam tanpa gerak sedikitpun.
"tiara, kini saatnya buat kamu bercerita apa saja, tetang apa saja. duduk diam tidak akan berbuah apa-apa, tidak akan mengubah keadaan saat ini, teruslah rangkai kata-kata indah untukku agar kata-kata itu buat aku mata ku terlelap"suara lirih terdengar dari laki laki sakit itu.
mengalami koma satu tahun, akhirnya buat laki-laki itu pandai bicara. segera mungkin hentikan wanita berwajah cantik kekasihgnya terhenti bercerita untuknya. waktu 10 jam terakhir pergantian tahun bercerita.
"zaid, bangun...ini aku kekasihmu disampingmu...menunggumu untuk bangkit dari tempat ini, aku merindukanmmu semua menanti kehadiranmu di rumah kita, yang ada cinta dan kebahagian sepeninggalanmu selama ini, ayolah cepat kemabali sayang,,,,,aku mohon."
tangis bersenandung diruangan itu, hanya terdengar suara tiara yang berusaha membujuk zaid keklasihnya, untuk cepat membuka mata dan bangkit dari ranjang itu.
"tiara, segralah bercerita, tangis tidak akan merobah apa-apa. kejadian selama ini sudah penuh dicatatanku, itu semua pelajaran penuh buat kita, yang terjadi sudah dilihat semua mata, dan yang kita rasakan sudah jadi bumerang dihati orang-orang yang kita cintai. berceritalah selagi telinga ini mampu mendengar, katakan cinta yang dihatimu semampu jantungku bekerja kencang untuk menerimanya, dan katakan sayang apa saja tentangmu padaku, dan hatiku berfungsi untuk merasakannya"
matanya terbuka, tangannya bergerak gengam tangan tiara,,,tadi lirih berganti tegas dan air mata yang bercucuran berusaha bergarak dan bangkit semampunya. masih memaksa wanita terisak tangis dengan penyesalannya.
"dengarkan aku, disini aku tiara kekasihmu yang mencintaimu. kesalahaku selama ini memang berjalan tanpa aku sadari sedikitpun kalau itu akan membuatmu seperti ini, keegoisanku selama ini membuat aku tidak mau memahami cinta sebsar yang kau beri. tapi kini aku sadar aku salah. aku ingin kesalah itu ditebus dengan pengabdian sepanjang umurku disampingmu, kesempatanku didalam semangatmu, ceritaku dalam hidupmu, jangan bawa hidup dan tinggalkan aku seorang diri disini"
bibir tadi sudah beku kedinginan air mata, penysealan yang mengunci untuk berfirkir gegabah memberi keputusan, empat mata saling berhadapan berisarat ingin kemabaliokan masa untuk merubah kesedihan menjadi keindahan, kebahagian tiara
"sayang, pernah dulu aku bilang padamu, semua yang kupunya tertuju padamu, hati itu bersih dan tidak terkotori, itulah alasan kenapa aku mampu memberti cinta sebesar yang kupunya. dihati ini tidak ada satupun wanita kecuali hanya kamu seorang, dipikranku tidak seorangpun perempuan yang dapat menetap, kecuali kamu seorang dan kamu pun sering bilang seperti itu padaku dulu. pertengahan jalan semua yang telah kau janjikan sudah kulihat buktinya. kini bukan cinta atau sayang darimu yang aku minta, berceritalah dan temani mataku terlelap setelah itu, jaga anak itu dialah aku dan harapanku"
dari sekian lama manjatuhkan air mata, tak sedikitpun membuat zaid menghapus air mata yang mengalir di wajah tiara, kini tak hanya rasa sakit dalam ilmu kedokteran yang dia rasakan, kehancuran dengan perasan yang tak menentu, hati yang keras setelah menrima keadaan yang sangat dibencinya. penyesalan memang terakhir bermunculan, tiara terpaksa bercerita untuk zaid
"sayang, ingatkah ketika setiap malam jendela kita terbuka, bintang bintang berpijaran diatas langit, tepat menghadap timur ada bintang yang memancar terang mengahadap kita. bintang itu kau beri nama bintang timur? ingatkah ketika malam tak memberikan bintang, kaulah yang memancar terang untukku? kau bintang timurku. masih kah kau pikirkan disaat anak ini lahir dipelukkan kita meraih harapan bersama?satu tahun sudah berlalu belum sedikitpun tanganmu menyentuhnya"
terhenti bercerita, mata zaid tertutup tangannya membeku hilang semua gerak dari tubuhnya, apa yang terjadi, tiara bercerita sudah mengantarkannya matanya terlelap panjang selamanya
(elmunthazhar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar