Minggu, 17 April 2011

Untukmu Aku Akan Bercerita

Untukmu.....

Coba lihat, semut-semut  yang ketakutan ketika saat hujan berjatuhan. Sudah jadi kejadian yang sangat pasti bagi mereka, bahwa sebentar lagi nyawanya akan berakhir, hujan yang tadi turun akan melenyapkannya melalui sunami yang padahal kita kenal hanya sekedar genangan air yang tidak ada arti apa-apa.

Istana yang mereka bangun sebentar lagi akan dipenuhi aliran air, makanan yang dikumpul berpuluh-piluh hari lamanya akan segera hanyut, tidak terbayang bahwa dengan kesabaran mereka akan menunggu takdir kematian akan menjemput.

Namun, penuh dengan kesadaran mereka dengar dan mereka ta'ati. Mereka harus bersabar, memperkuat kesabaran mereka dan bertaqwa kepada Allah karena mereka yakin itu kehendak Allah yang terbaik buat mereka. Dan mereka tidak pernah berputus asa, selagi masa hidup masih beresedia menemani mereka, mereka tetap berusaha untuk persipan dihari ini dan esoknya.

Untukmu....

Tiada rasa pesimis yang haru kau pendam untuk ketidak pastian yang belum tentu nyata, tiada kesepatan menangis untuk keadaan yang belum pasti kedatangannya. tetap lah tersenyum ketika Allah masih tetap menjadi Teman tempat kau mengadu dan berharap. Bahwa Dia tidak akan sia-siakan hambanya yang sudah meminta pengharapan penuh kepadanya

(semoga ini menjadi motivasi buat dirimu dan aku)

Kamis, 10 Februari 2011

BINTANG TIMUR MALAM INI BERSINAR TERANG

Berkedip mata sementara menghadap kearah timur, masih tetap berdiam diri duduk ditempat biasanya dia duduk tersenyum disana, malam ini kucoba renungan disana tepat pukul 0.00 mataku terbuka bintang itu berhadapan jelas denganku, air mata yang tak kunjung henti mengalir,  jari-jari masih senang mengulang kata-kata yang sama untuk wanita itu.

kata-kata maaf dan bintang seakan berpesan

"tenangkan dirimu, penerang itu tidak akan pernah redup hapus air matamu, begaimana dia akan tersenyum seadainya disini bintangnya tak kunjung terang, meski terbangun menjelang keberadaanku disini berakhir malam ini, kusediakan waktu menemanimu. buka hatimu dengan semua sejarah saat awal kau pandang aku bersamaan dengan matanya yang menyingkap jendela kamarnya tengah malam, hingga hawa dinginpun tak terasa, masih ingat ketika pesan menjelang malam dikatakan kepadamu malam ini berharap kau hadir dimimpiku, jadi sebuah bintang yang indah yang kalahkan seluruh bintang, karna yang kuharap hanya keberadaanmu sepanjang hari dihatiku. masihkah cerita itu abadi diingatanmu?????? aku heran kenapa kau mengalah dan begitu lemah, bukankah kelemahanmu membuat dia tahan melihatmu?bukankah hanya  senyuman yang akan kau berikan kepadanya?

pesanku terakhir,,,wahai pemuda sebutan bintang timur meneranglah...................!!!!!!

terdengar suara yang berbisik,  ku ulangi kembali mengedipkan mata, kucoba ulang waktu seolah suara itu masih berbisik kepadaku, kubuka mata segera hapus air mata, benar yang dikatakannya, bagaiman kelak nanti akan menenangkan dirinya seandainya aku gelisah tak menentu, bagaimana nanti akan ku usapi air matanya sedangkan aku berlumuran air mata, bagaimana nanti aku akan teranginya sedangkan aku redupkan cahaya.

kucoba rebahkan diri pukul setengah lima sedankan tangan tanpa disadari masih coba memanggilnya lewat telpon genggam. masih tak sudi tangannya mengangkat panggilanku,,,mungkin harus sabarkan diri saat ini. azan bekumandang mudahan dia terbangun dari lelapnya.

Aku yakin tidak akan berakhir sehancur ini, sedangkan harapan-harapan sudah terukir indah.......

Senin, 07 Februari 2011

BERCERITALAH HINGGA MATAKU TERLELAP PANJANG

bibir manis terlihat akrab ditemani lidahnya yang asyik merangkai kata-kata indah untuk kekasihnya yang terkapar beku di atas ranjang yang kini pisahkan dia dengan seribu harapan yang tercatat indah untuk berdua. suasana semakin menegangkan semua terdiam tanpa gerak sedikitpun.


"tiara, kini saatnya buat kamu bercerita apa saja, tetang apa saja. duduk diam tidak akan berbuah apa-apa, tidak akan mengubah keadaan saat ini, teruslah rangkai kata-kata indah untukku agar kata-kata itu buat aku mata ku terlelap"suara lirih terdengar dari laki laki sakit itu.

mengalami koma satu tahun, akhirnya buat laki-laki itu pandai bicara. segera mungkin hentikan wanita berwajah cantik kekasihgnya terhenti bercerita untuknya. waktu 10 jam terakhir pergantian tahun bercerita.

"zaid, bangun...ini aku kekasihmu disampingmu...menunggumu untuk bangkit dari tempat ini, aku merindukanmmu semua menanti kehadiranmu di rumah kita, yang ada cinta dan kebahagian sepeninggalanmu selama ini, ayolah cepat kemabali sayang,,,,,aku mohon."

tangis bersenandung diruangan itu, hanya terdengar suara tiara yang berusaha membujuk zaid keklasihnya, untuk cepat membuka mata dan bangkit dari ranjang itu.

"tiara, segralah bercerita, tangis tidak akan merobah apa-apa. kejadian selama ini sudah penuh dicatatanku, itu semua pelajaran  penuh buat kita, yang terjadi sudah dilihat semua mata, dan yang kita rasakan sudah jadi bumerang dihati orang-orang yang kita cintai. berceritalah selagi telinga ini mampu mendengar, katakan cinta yang dihatimu semampu jantungku bekerja kencang untuk menerimanya, dan katakan sayang apa saja tentangmu padaku, dan hatiku berfungsi untuk merasakannya"

matanya terbuka, tangannya bergerak gengam tangan tiara,,,tadi lirih berganti tegas dan air mata yang bercucuran berusaha bergarak dan bangkit semampunya. masih memaksa wanita terisak tangis dengan penyesalannya.
"dengarkan aku, disini aku tiara kekasihmu yang mencintaimu. kesalahaku selama ini memang berjalan tanpa aku sadari sedikitpun kalau itu akan membuatmu seperti ini, keegoisanku selama ini membuat aku tidak mau memahami cinta sebsar yang kau beri. tapi kini aku sadar aku salah. aku ingin kesalah itu ditebus dengan pengabdian sepanjang umurku disampingmu, kesempatanku didalam semangatmu, ceritaku dalam hidupmu, jangan bawa hidup dan tinggalkan aku seorang diri disini"

bibir tadi sudah beku kedinginan air mata, penysealan yang mengunci untuk berfirkir gegabah memberi keputusan, empat mata saling berhadapan berisarat ingin kemabaliokan masa untuk merubah kesedihan menjadi keindahan, kebahagian tiara

"sayang, pernah dulu aku bilang padamu, semua yang kupunya tertuju padamu, hati itu bersih dan tidak terkotori, itulah alasan kenapa aku mampu memberti cinta sebesar yang kupunya. dihati ini tidak ada satupun wanita kecuali hanya kamu seorang, dipikranku tidak seorangpun perempuan yang dapat menetap, kecuali kamu seorang dan kamu pun sering bilang seperti itu padaku dulu. pertengahan jalan semua yang telah kau janjikan sudah kulihat buktinya. kini bukan cinta atau sayang darimu yang aku minta, berceritalah dan temani mataku terlelap setelah itu, jaga anak itu dialah aku dan harapanku"

dari sekian lama manjatuhkan air mata, tak sedikitpun membuat zaid menghapus air mata yang mengalir di wajah tiara, kini tak hanya rasa sakit dalam ilmu kedokteran yang dia rasakan, kehancuran dengan perasan yang tak menentu, hati yang keras setelah menrima keadaan yang sangat dibencinya. penyesalan memang terakhir bermunculan, tiara terpaksa bercerita untuk zaid

"sayang, ingatkah ketika setiap malam jendela kita terbuka, bintang bintang berpijaran diatas langit, tepat menghadap timur ada bintang yang memancar terang mengahadap kita. bintang itu kau beri nama bintang timur? ingatkah ketika malam tak memberikan bintang, kaulah yang memancar terang untukku? kau bintang timurku. masih kah kau pikirkan disaat anak ini lahir dipelukkan kita meraih harapan bersama?satu tahun sudah berlalu belum sedikitpun tanganmu menyentuhnya"

terhenti bercerita, mata zaid tertutup tangannya membeku hilang semua gerak dari tubuhnya, apa yang terjadi, tiara bercerita sudah mengantarkannya matanya terlelap panjang selamanya

(elmunthazhar)

Jumat, 04 Februari 2011

ALARM CINTA DI PAGI HARI

Begitu nyaris selama ini hanya di penuhi dengan mimpi buruk malam-mlamnya. hati dipenuhi rasa takut untuk kembali memulai tidur, sekiranya mimpi-mimpi itu berdatangan lagi. mencoba untuk melangkahkan kaki, serentak langkah pertama terdengar suara gemuruh yang tidak tau dari mana asalnya. rasa takut kembali menghantui, keringat mulai menghujan di tubuhnya.

" 'Audzibillah ku mulai langkah ini dengan bantuamu ya Rabb, apapun yang terjadi itu semua adalah kehendakMu, dan apapun yang aku temui bahwa aku juga akan kemabli pada sisiMu."

mulai melangkah ke kamar mandi untuk memngambil wudhu', dan mencoba untuk tenangan diri, kran air itu diputar perlahan dengan asmaNya, air yang dingin bercucuran, semakin berikan ketengan.

"Ya Allah, ini airMu yang sedangku rasakan dinginya, ini nikmatMu yang sekarang Kau izinkan aku memiliknya, dengan namaMu, aku berwudhu dengan airmu, ku serahkan diri padamu, jauhkan segala rasa takut yang selalu menghantuiku, dekatkan hatiku padaMu juga hati yang selalu mencintaiMu"

percikan percikan yang memabasahi angota wudhunya, seakan berupa keajaiban yang sekejap menyegarkan pikirannya, seolah dunia baru lansung dihadiahkan sang Khaliq kepadanya. sholat 2 rakaat dilakukan dengan khusyu' sebelum kembali istrah dengan tidurnya.

" Do'aku telah ku panjatkan padaMu, semua itu kuasaMu yang mengatur apa yang terjadi tentangku dimalam ini"

hembusan nafas yang menemani kata kata keluar dari mulutnya. penuh harapan akan di berikan Allah padanya pemilik mimpi dan harapan yang selalu menggebu dalam hatinya. kini Allah berikan dia kesenangan dengan cerita yang ada dalam mimpinya. harapan harapan yang selelu tertulis dihatinya jauh dari ketakutan dari mimpi-mimpinya.

seorang perempuan yang terlukis di wajahnya kecantikan dankelembutan, itu lah kekasihnya, kini ikut serta menemani mimpinya, perempuan yang dihidupnya ikut mengukir indah harapan di hatinya, wanita yang selalu memberikan senyuman diwajahnya, kini sudah menjadi istrinya.

sebulan sudah menikah, teringat akan sebuah catatan, bahwa ingin mengisi hari dengan penuh cinta di suatu tempat. kesuatu negri yang dulu pernah dilanda bencana besar tsunami. Aceh itulah tempatnya. asyik merayu dengan kata kata cinta untuk kekasihnya menemani setir mobil yang terus melaju, canda dan tawa ikut serta menemani, terhenti lansung. kekasihnya mual, ntah apa yang terjadi pada dirinya. berhenti di sebuah rumah sakit islam yang samar namanya.

" Dok, mohon bantuan dokter, istri saya mual dari tadi sewaktu dalam perjalanan, mohon bantuan dok" suara cemas keluar dari mulutnya

"Nak, mohon sabar, istrimu akan segera saya periksa, silahkan duduk dan berdo'alah padaNya, semua apa yang terjadi adalah keputusanNya" jawab seorang ibuk dokter yang tua berkaca mata, coba tenangkan pikirannya.

" Allah semua akau serahkan padamu"

sekian menit menuggu berita dari seorang dokter yang sedang memeriksa istrinya, kini tekah keluar bersama istrinya, terheran dirinya yang cemas kenapa, mereka berdua senyum dan berbahagia. hatinya bertanya.

"ya Allah apa yang terjadi, di tengah kecemasannku terhadap istriku, kemudian kenapa aku lihat istri begitu bahgia, apa rahasia yang telah Kau sembunyikan dari ku Rabb? Dok, apa yang terjadi dengan istri saya, kenapa dia begitu bahagia dan wajahmu dok yang senyum padaku, sedangkan aku terbuat cemas dari tadi?" cemas dengan nafasanya yang tak terkendalikan.

"tanyakan pada istrimu yang sedang berbahgia, yang aku bisa jawab Allah pada hari ini memperlihatkan kenyataan yang selama ini sebagai mimpi dihudpmu." prempuan yang disebut dokter itu senyum lagi padanya.

"sayang, apa yang terjadi, apa yang membuat dirimu tersenyum? jangan buat habib semakin cemas dengan dirmu...." habib adalah panggilan akrab yang sering dipakai kekasinya untuk panggilannya.

"habib,,,,,.ini memang sebuah jawaban yang kita nanti-nanti, sebuah harapan yang sudah lama kita sebut. bahwa dirahimku sudah ada seorang anakmu yang akan memberikan kebahagian ditengah kehidupan kita. yang akan menggantikanmu imam sholatku disaat kau berpergian, yang akan mendo'akan kita kelak kita sudah tiada."

tersenyum dan bahgia, akhir jawaban kebahagian itu sudah ada, kini semua kecemasan sudah hilang, dengan kata-kata istrinya tadi. kebahgiannya semakin terasa dengan cinta yang Allah berikan kepadanya.

" Subhanallah, aku yakin ya Allah Kau Rabb yang tidak akan mendustai janji janjimu,,,aku mohon petunjukmu dalam hidup ini. berikanlah kebahgian pada istriku dalam mengandung anaku dan jadikan kelak anakku anak yang ta'at padamu dan rasulmu juga terhadap kami ayah bundanya"

kemabli berjalan dari rumah sakit itu, berakhir di daerah sabang yang selama ini hanya mendengar namanya lewat lagu. dan habiskan hari menjelang malam disana melihat pantai pantai yang dihiasi indahnya mentari disaa tenggelam.

perjalanan kembali di ulang, kemabli pulang ke negri dingin diapit dua danau, yang dikenal danau kebar....senyuman dan kebahgian mengiringi perjalanan mereka......AA

foto

foto